Hutama Karya Resmi Operasikan Junction Palembang, Permudah Akses Tol dan Perjalanan Warga

Jumat, 03 April 2026 | 09:25:54 WIB
Hutama Karya Resmi Operasikan Junction Palembang, Permudah Akses Tol dan Perjalanan Warga

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) akan mulai mengoperasikan Junction Palembang pada Jum’at, 3 April 2026. Keputusan ini berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 167/KPTS/M/2026.

Junction Palembang mencakup Ramp 5 (Betung–Indralaya), Ramp 6 (Betung–Palembang), dan Ramp 8 (Palembang–Kayu Agung). Pengoperasian ramp ini diharapkan meningkatkan kelancaran perjalanan di wilayah Palembang dan sekitarnya.

Sebelumnya, beberapa ramp seperti Ramp 1 (Betung–Kayu Agung), Ramp 2 (Kayu Agung–Indralaya), Ramp 3 (Indralaya–Kayu Agung), dan Ramp 4B (Kayu Agung–Kramasan) telah beroperasi. Sementara Ramp 4A (Indralaya–Betung) serta Ramp 7 (Betung–Kramasan dan Kramasan–Kayu Agung) akan dibuka seiring beroperasinya Tol Palembang–Betung.

Pengguna jalan diimbau memastikan saldo uang elektronik mencukupi. Hal ini agar transaksi di gerbang tol berjalan lancar dan perjalanan tidak terganggu.

Manfaat Junction Palembang untuk Pengguna Jalan

Junction Palembang memungkinkan perjalanan lebih efisien dan praktis. Beberapa perjalanan kini dapat ditempuh secara langsung tanpa harus keluar tol terlebih dahulu.

Hamdani, Plt. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menyatakan konektivitas antarruas tol di wilayah Palembang semakin baik. Pengguna jalan dapat menempuh sejumlah perjalanan secara lebih cepat melalui jalur yang terhubung langsung.

Hamdani juga mengingatkan agar pengendara mempersiapkan perjalanan dengan baik. Salah satunya dengan mengecek rute dan saldo uang elektronik sebelum melintas.

Peningkatan akses ini diharapkan mengurangi kemacetan di beberapa ruas tol utama. Selain itu, waktu tempuh perjalanan antarkota di wilayah Palembang dapat lebih singkat.

Tarif Perjalanan Ramp 5, Ramp 6, dan Ramp 8

Ramp 5 melayani perjalanan dari Kramasan menuju Pemulutan, KTM Rambutan, Indralaya, hingga Prabumulih. Tarif untuk golongan I mulai Rp9.000 hingga Rp111.500, sedangkan golongan IV dan V mencapai Rp222.500.

Perjalanan Kramasan–Pemulutan untuk golongan II dan III dikenakan tarif Rp13.000. Sementara Kramasan–KTM Rambutan untuk golongan IV dan V tarifnya Rp29.500.

Kramasan–Indralaya dikenakan tarif Rp26.500 untuk golongan I. Golongan IV dan V untuk rute ini membayar Rp52.500.

Kramasan–Prabumulih menjadi perjalanan terjauh di Ramp 5. Tarif golongan II dan III mencapai Rp166.500.

Ramp 6 melayani perjalanan dari Kramasan menuju Palembang. Golongan I membayar Rp4.500, sedangkan golongan IV dan V tarifnya Rp8.500.

Ramp 8 menghubungkan Palembang menuju Kayu Agung Utama. Tarif golongan I sebesar Rp51.000 dan golongan IV dan V mencapai Rp102.000.

Tarif yang ditetapkan ini diharapkan mampu menyesuaikan kebutuhan pengguna jalan. Hutama Karya memastikan integrasi ramp tidak menimbulkan kebingungan bagi pengendara.

Imbauan Hutama Karya kepada Pengguna Jalan

Hutama Karya menekankan pentingnya persiapan sebelum melintas di junction. Memastikan saldo uang elektronik dan memahami rute perjalanan menjadi kewajiban pengguna jalan.

Pengendara juga diminta memperhatikan rambu dan petunjuk di gerbang tol. Hal ini untuk mencegah antrean dan mempermudah proses transaksi.

Selain itu, keamanan dan kelancaran lalu lintas menjadi prioritas utama. Petugas di lokasi siap membantu pengendara apabila terjadi kendala di gerbang tol.

Pengoperasian Junction Palembang merupakan bagian dari upaya Hutama Karya meningkatkan kualitas layanan tol. Tujuannya adalah memberikan kenyamanan dan efisiensi perjalanan bagi masyarakat.

Pengendara yang melintas diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari integrasi ramp. Waktu tempuh yang lebih cepat menjadi salah satu keuntungan utama.

Strategi Hutama Karya dalam Pengembangan Tol Palembang

Pengembangan tol dan integrasi junction merupakan bagian dari rencana strategis Hutama Karya. Tujuannya adalah menciptakan jaringan jalan tol yang saling terhubung dan optimal bagi pengguna.

Dengan ramp yang beroperasi secara bertahap, Hutama Karya memastikan sistem transportasi tetap efisien. Setiap jalur diuji agar memenuhi standar keselamatan dan kenyamanan.

Selain itu, pengoperasian ramp ini menjadi langkah awal untuk integrasi Tol Palembang–Betung. Ke depannya, pengendara akan menikmati perjalanan lebih lancar dan langsung ke tujuan.

Hutama Karya juga terus mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan gerbang tol elektronik. Edukasi ini penting agar transaksi lebih cepat dan mengurangi antrian di gerbang tol.

Pemeliharaan dan pengawasan tol akan terus dilakukan secara rutin. Hal ini untuk menjamin kondisi jalan tetap aman dan layak digunakan.

Integrasi ramp ini juga diharapkan mampu menurunkan risiko kemacetan di beberapa titik kritis. Hutama Karya menargetkan perjalanan lebih efisien bagi pengendara maupun distribusi logistik.

Dengan pengoperasian Junction Palembang, konektivitas transportasi di wilayah Sumatera Selatan semakin baik. Pengguna jalan kini dapat menempuh perjalanan lebih cepat, praktis, dan nyaman.

Terkini